MAKALAH
PENGOLAHAN HASIL HUTAN
(PT. Sinar Mas Pulp and Paper)
Oleh:
Meilani Karina E44130028

DEPARTEMEN
TEKNOLOGI HASIL HUTAN
FAKULTAS
KEHUTANAN
INSTITUT
PERTANIAN BOGOR
2014
A. Kondisi Umum Perusahaan
PT. Sinar Mas Pulp and Paper
merupakan suatu perusahaan swasta yang bergerak dibidang pembuatan pulp dan
kertas. PT Sinar Mas Pulp and Paper adalah bagian dari Sinar Mas Group. Sinar
Mas Group adalah salah satu konglomerasi
terbesar di Indonesia.
Perusahaan ini dibentuk tahun 1962 dan memiliki banyak anak perusahaan seperti Asia Pulp & Paper dan produsen minyak
sawit PT SMART TBK.
Sinar Mas Group didirikan oleh
seorang pengusaha keturunan Tionghoa, Eka Tjipta Widjaja. Bisnis utamanya ialah pulp
dan kertas, agribisnis, properti dan jasa keuangan. Eka Tjipta Widjaja datang
ke Indonesia pada usia 9 tahun bersama orang tuanya ketika negara asal mereka
sedang bergejolak. Perusahaan ini mendirikan anak perusahaan di India pada
1990-an yang kemudian dijual kepada Ballarpur
Industries Limited tahun 2001.
CEO dari PT. Sinar Mas Pulp and Paper adalah Robin
Mailoa. Kantor pusat PT Sinar Mas berlokasi di Sinar Mas Land Plaza Tower
2,33/F Jalan M.H.Thamrin 51 Jakarta Pusat, 10350 Indonesia. Sementara lokasi
pabrik pembuatan pulp and paper terdapat di Sumatera Selatan, Kabupaten Musi
Banyuasin.
PT. Sinar Mas Pulp and Paper melakukan distribusi
pemasaran pulp keluar negeri dan juga di dalam negeri. Hasil produksi di
ekspor ke berbagai negara seperti Amerika, China, Korea, India, Taiwan, Japan,
Australia dan Negara-negara di Eropa dan Asia Tenggara.
PT. Sinar Mas
Pulp and Paper dibangun dan dirancang untuk mengusahakan pulp dan kertas
yang berkualitas tinggi, dimana pulp diproduksi secara kimia dengn
proses sulfat (kraft). Sistem kontrol diperusaahan ini telah masuk
kedalam system ISO yang digunakan sebagai tanda untuk menentukan
kualitas dunia dari suatu produk. Beberapa bahan kimia yang digunakan dipabrik
diantaranya adalah ClO2, Cl2.
Selain itu PT. Sinar Mas Pulp and Paper memiliki
komitmen serta tanggung jawab untuk menjaga dan melestarikan hutan, telah
diterapkan mekanisme yang membantu memastikan hanya bahan baku kayu legal yang
dapat masuk ke dalam proses produksi. Sistem tersebut telah diverifikasi dalam
penerapannya oleh beberapa institusi audit internasional yang independen.
Perusahaan dalam menjalankan operasinya selalu berkomitmen untuk mengedepankan
pengelolaan aspek sosial, lingkungan dan ekonomis secara berkelanjutan. Sinar Mas
melakukannya melalui serangkaian program corporate social responsibility dan
mengedepankan pola operasi yang transparan termasuk dalam aspek hak asasi
manusia. Penyempurnaan secara berkala dalam aspek pengelolaan dan pengadaan
bahan baku, pengurangan limbah serta manajemen produksi secara konsisten
menjadi kunci terpeliharanya lingkungan sekitar. Hal ini dipercaya akan
berperan penting bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.
B. Bahan yang Digunakan
Bahan
Baku
aaaaaSinar
Mas mendapatkan bahan baku untuk produksi pulp dan kertas dari hutan tanaman
yang dikelola secara berkelanjutan dan memastikan setiap pemasoknya untuk
mematuhi peraturan yang berlaku. Dalam pengembangan hutan tanaman, serangkaian
proses verifikasi lingkungan dilaksanakan sebelum penanaman dilakukan, termasuk
dengan melibatkan masyarakat sekitar. Bahan baku dari hutan tanaman harus
melalui serangkaian pemeriksaan sebelum memasuki pabrik. Beragam dokumen harus
dilengkapi guna memastikan legalitas bahan baku. Bahan pembuat kertas adalah α
selulosa, sedangkan yang larut (β selulosa, γ selulosa, pentose, heksosa, dan
lain-lain) disebut hemiselulosa. Sifat kimia selulosa sesuai dengan gugus aktif
alkohol yang demikiannya (dapat mengalami oksidasi), dan derajat polimerisasinya
(panjang serat). Semakin panjang rantai
selulosa semakin kuat dan tahan degradasi baik secara panas, kimia, maupun
biologis.
Kebutuhan pulp serat pendek biasanya
diperoleh dari bahan baku kayu jenis Akasia dan Ekaliptus. Produsen pulp dan kertas
hingga kini sangat bergantung pasokan bahan baku kayu yang berasal dari hutan
tanaman industri (HTI) karena suplai kayu alam hanya tersisa 10 – 15%
Saat ini telah muncul eukaliptus dan akasia genjah
yang siap panen pada umur 5 tahun atau 2 tahun lebih cepat ketimbang varietas
sebelumnya. Bukan hanya panen lebih cepat, Acacia
mangium dan Eucalyptus pellita
hasil seleksi benih itu juga menghasilkan kubikasi tinggi, yaitu 200-250 m3
per hektar. Kedua jenis tanaman ini telah ditanam massal di Kalimantan,
Sulawesi, dan Sumatera.
Bahan Tambahan
Bahan tambahan adalah bahan yang digunakan dalam proses
produksi ditambah ke dalam
proses pembuatan (bahan yang
ditambahkan ke dalam proses pembuatan produk yang mana
komponennya tidak jelas
dibedakan pada produk). Bahan tambahan yang digunakan pada
pengolahan pulp adalah
:
a. Cairan pemasak
Cairan pemasak untuk proses pembuatan pulp
terdiri dari :
1.
Lindi putih (white liquor)
2.
Lindi hitam (black liquor)
b. Uap panas
Steam digunakan sebagai sumber panas pada proses pemasakan.
c. Bahan kimia pemutih
Bahan
kimia pemutih yang digunakan untuk meningkatkan derajat putih pulp adalah
clorin dioxide.
C. Proses Pulping
Fiberline
Fiberline area
merupakan tempat dilakukannya pembuatan pulp. Department Fiberline mempunyai
tiga line, yaitu line 1, line 2 dan line 3. Fiberline
1 merupakan line untuk mesin lama atau mesin yang pertama kali di
gunakan sejak awal berdirinya pabrik. Sedangkan line 2 merupakan mesin
baru yang di tambahkan karena adanya permintaan konsumen yang semakin meningkat
sehingga kemampuan line 1 yang beroperasi tidak mencukupi. Dan line 3
merupakan mesin terbaru dengan teknologi dan proses yang lebih canggih dan
berbeda dari line 1 dan 2. Proses di Departemen fiberline dapat dibagi
menjadi 3 bagian, yaitu digester (Pemasakan), washing dan screening
(Pencucian dan penyaringan) Oxygen delignification Plant, dan bleaching
(pemutihan).
1. Digester (pemasakan)
Digester merupakan
tempat pemasakan chip menjadi pulp. Tujuan pemasakan adalah untuk
memisahkan selulosa dan lignin dengan menggunakan bahan kimia. Jenis yang
digunakan adalah Super Bacth Digester berjumlah 14 buah. Proses
pemasakan terdiri atas beberapa tahap, yaitu:
a. Pengisian Chip (Chip Failling)
Chip filling
adalah proses pengisiaan serpihan kayu (chip) yang dikirim chip
storaging atau chip screening dengan menggunakan belt conveyor ke
chip shilo. Dari chip silo serpihan di masukkan ke degester dengan
menggunakan screw conveyor pada waktu pengisian chip, udara yang
ada didalam degester dihilangkan (dievakuasi) melalui saringan sirkulasi
dengan menggunakan blower. Tahap ini memakan waktu 30-32 menit.
b.
Impregnation
Impregnation
merupakan
pengisiaan warm black liquor (WBL) ke dalam digester sebagai
tahap pemanasan tahap awal. Mekanismenya adalah dengan cara memasukkan warm
black liquor (WBL) ke dalam digester , melalui bagian dasar digester
sampai seluruhnya penuh (overflow) dengan tekanan 3 bar,
yang bertujuan untuk menyempurnakan penghilangan udara di dalam rongga-rongga chip
kayu dan udara di dalam digester. Adapun suhu cairan impragnasi ini
adalah 95º C -100º C. Temperatur digester pada akhir tahap ini mencapai
140-145º C, WBL filling berlangsung sekitar 28 menit.
c.
Pengisiaan Hot Black Liquor (HBL) dan Hot White Liquor (HWL)
Hot
liquor filling adalah proses penambahan liquor ke
dalam digester sebagai cairan yang digunakan untuk proses pemasakan (cooking).
Pada proses pengisian hot black liquor yang tujuannya untuk menaikkan
panas dari warm black liquor pada suhu di bawah ± 100º C, digantikan
oleh hot black liquor dipompakan ke digester bervolume 50 m³,
berikutnya secara bersamaan hot white liquor merupakan bahan kimia utama
pemasakan.
d.
Heating dan Cooking
Setelah
pengisian HBL dan HWL selesai, cairan dalam digester disirkulasikan
sehingga temperatur dalam digester merata sambil di panaskan sehingga
temperatur mencapai 160º C- 170º C dengan menggunakan MP steam. Setelah
itu dilanjutkan dengan proses pemasakan ±60 menit.
e.
Displacement
Tujuan
dari fase displacement adalah untuk menghentikan reaksi pemasakan dan
sebagai pencucian awal. Setelah pemasakan selesai, pompa sirkulasi dihentikan,
kemudian black liquor dipompakan ke digester. Black liquor yang
digunakan adalah filtrat dari washing plant yang sudah
didinginkan mencapai suhu ± 85º C, black liquor tersebut dimasukkan
untuk menggantikan black liquor yang ada di dalam digester,
sehingga suhu di dalam digester mencapai ± 100º C.
f.
Discharging
Discharging
merupakan
proses pemompaan pulp yang sudah dimasak ke tangki discharge.
Fase ini merupakan tahap akhir dari proses yang terjadi di digester, dan
untuk mempermudah pemompaan, pulp didalam digester dilakukan
penambahan dilusi ± 300 m³ untuk pengeceran pulp sehingga siap untuk
diproses selanjutnya.
2.
Washing dan Screnning (Pencucian dan Penyaringan) Oxygen
Delignification Plant Pencucian (washing) dan
penyaringan (screening) dilakukan dengan tujuan untuk memisahkan
material-material yang tidak diinginkan yang terdapat di dalam pulp dan
dapat menghilangkan sisa-sisa bahan kimia yang terjadi akibat proses pemasakan
dengan menggunakan air panas (hot water). Adapun proses pencucian ini di
lakukan system berlawanan arah (countercurrent). Tahap pembersihan pulp
antara lain :
a.
Deknotting
Deknotting
adalah
proses awal pada area washing. Proses ini bertujuan untuk memisahkan pulp
dengan knott, yaitu dengan menggunakan knotter. Knott adalah
padatan chip yang tidak masak pada saaat pemasakan chip dalam digester.
Pulp dari discharge tank di pompakan ke dalam pemisah pulp (knotter)
dengan konsistensi 5% kemudian diencerkan sampai konsistensi 2,5%. Pengenceran
ini bertujuan memudahkan proses pemisahan hasil (accept) dan sisa (reject).
Knotter terdiri dari primary knotter dan secondary knotter.
Dari primary knotter yang accept akan dikirimkan ke washer sedangkan
yang reject akan dikirimkan ke secondary knotter. Accept dari secondary
knotter akan dikirim ke intlet washer, sedangkan yang reject akan
dikirim ke reject tank yang selanjutnya dikirim ke digester untuk
dimasak kembali.
b.
Washing
Pencucian
dilakukan untuk memisahakan serat dari kotoran-kotoran yang dapat larut dalam
air, yang terdiri dari senyawa organic (lignin) dan juga senyawa inorganic
yang merupakan sisa dari bahan kimia pemasak. Pencucian campuran pulp dan
black liquor dilakukan didalam 4 tahap dengan arah aliran pencucian
berlawanan dengan arah aliran pulp. Sebagai cairan pencuci digunakan air
panas dengan suhu ± 70º C agar di dapat pencucian yang efisien. Pulp yang
sudah dicuci dikirim untuk disaring kembali ke pressure screen,
sedangkan black liquor yang merupakan filtrate digunakan sebagai
larutan pengencer secara sirkulasi dalam sistem pencucian sendiri dan
selebihnya dikirim ke digester plant yang selanjutnya dikirim ke chemical
black liquor recovery.
c.
Screening
Screnning
adalah
proses pemisahan serat (fiber) berdasarkan ukuran, dengan menggunakan
saringan. Penyaringan dilakukan terhadap pulp yang masih berwarna coklat
untuk memisahkan bahan-bahan pengotor yang dapat mengurangi kualitas pulp dan
dapat mengakibatkan pemborosan bahan-bahan kimia pada proses-proses pemutihan.
Serat yang belum terfiberasi dengan baik akan digunakan sebagai bahan bakar,
sedangkan pulp yang lolos ditampung ke tangki penampungan pulp. Screnning
yang dilakukan biasanya mempunyai beberapa tingkatan, hal ini bertujuan
untuk menyaring kembali sisa (reject) darai screen sebelumnya.
Tahapan pada screening adalah primary screening, secondary, tertiary,
dan quartenary screnning.
d.
Oxygen Delignification
Sebelum
tahap delignifikasi oksigen terlebih dahulu ada tahap pre oksigen dimana pada
tahap ini bertujuan untuk menaikkan nilai brightness dari pulp yang
akan dihasilkan. Hasil dari pre oksigen ini dimasukkan kedalam MC tank, Setelah
pre oksigen barulah masuk tahap delignifikasi oksigen. Pada proses ini kadar
ilgin di turunkan sebelum memasuki tahap bleaching. Kadar lignin pulp
setelah pemasakan di digester mempunyai harga bilangan kappa sebesar
± 16 dan setelah melalui proses delignifikasi oksigen bilangan kappanya menjadi
± 10. Kappa number adalah parameter kadar lgnin dalam pulp.
Bahan kimia yang aktif dalam reaksi delignifikasi oksigen adalah gas oksigen
dan lindi putih oksidasi (NaOH). Dalam proses ini digunakan reactor oksidasi.
Pada saat reaksi oksigen PH pulp ± 11 dengan waktu reaksi 60 menit. Suhu pada
saat proses ini adalah 95 - 100º C dengan konsistensi 10- 20 %. Hasil dari
proses delignifikasi oksigen ini dimasukkan ke dalam 02 blow tank.
Setelah melewati proses delignifikasi oksigen, tahap selanjutnya adalah tahap
post oksigen yang berfungsi juga untuk menaikan derajat brightness dari pulp.
Hasil dari post oksigen ini kemudian dimasukkan ke unbleach tank (brown
stock).
3.
Bleaching (Pemutihan)
Bleaching
bertujuan
untuk menghasilkan derajat putih dan membersihkan pulp serta mengurangi lignin
dari selulosa. Bleaching terdiri dari 4 tahap yaitu :
a.
Tahap Dioksida Awal (DO)
Pada
tahap ini pulp mempunyai konsistensi 12 % dengan temperatur 60º C dan
waktu yang diperlukan 60 menit pada pH 1,8-2,0. Bahan kimia yang dinginkan
adalah CIO2 .
Tujuan penambahan zat ini adalah untuk menghilangkan lignin.
b. Tahap Ektrasi Oksidari (E/O)
Konsistensi
pulp pada tahap ini adalah 12% dengan temperatur 70º C dan waktu yang
diperlukan 90 menit pada pH 10,8. Bahan kimia yang digunakan adalah NaOH dan O2.
Tujuan dari penambahan zat ini adalah untuk melarutkan lignin setelah
chlorinasi dan menghilangkan lignin dengan O2 dan
larutan NaOH panas.
c.
Tahap Cholorin Dioksida 1
Pada
tahap ini konsistensitas pulp 12 % dengan temperatur 70ºC dan waktu yang
di butuhkan 80 menit pada pH 3,5-3,8. Bahan kimia yang digunakan adalah ClO2 .
Penambahan zat ini bertujuan untuk memutihkan pulp.
d.
Tahap Cholorin Dioksida 2
Konsistensi
pulp 12% dengan temperatur 70%, sedangkan waktu yang dibutuhkan sekitar
80 menit dengan pH 4,5-5. Bahan kimia yang digunakan adalah ClO2.
Penambahan zat ini bertujuan unuk meningkatkan keputihan pulp.
D. Jenis Produk yang Dihasilkan
Sinar
Mas Pulp and Paper telah menghasilkan beragam produk diantaranya; Kertas Sinar
Dunia, Paperline Gold, Bola Dunia, Mirage, Office Print, Tisue Passeo, dll.
Perusahaan ini juga memproduksi beragam
jenis hasil-hasil produksi kertas (stationery) dan produk perlengkapan kantor
seperti buku tulis, memo, loose leaf, spiral, amplop, kertas komputer, kertas
kado, shopping bag dan produk fancy yang diminati pasar internasional.
E. Pengendalian Limbah
Pabrik Sinar Mas
Pulp and Paper telah melaksanakan kajian untuk menentukan total emisi karbon
per ton pulp dan kertas pada setiap pabrik sekaligus total emisi karbon secara
keseluruhan guna mengetahui sejauh mana usaha pengurangan dampak perubahan
iklim telah dilakukan. Studi yang dilakukan oleh lembaga independen,
Environmental Resources Management (ERM) menunjukkan
bahwa Sinar Mas selama ini beroperasi sesuai kaidah pengurangan emisi gas rumah
kaca pada sektor industri.
F. Manajemen dan Pemasaran
Sinar
Mas Pulp & Paper Products adalah salah satu unit usaha dalam industri pulp
dan paper yang terkemuka di dunia. Sejarah Sinar Mas Pulp & Paper Products
dimulai dengan pendirian Tjiwi Kimia. Dengan kapasitas produksi pulp dan paper
sebesar 6,9 juta ton di Indonesia, perusahaan ini menduduki peringkat lima
dunia. Saat ini, Sinar Mas Pulp & Paper Products memiliki fasilitas
manufacturing di beberapa lokasi di Indonesia dan memasarkan produk-produknya
ke lebih dari 65 negara di Enam benua, sejalan dengan visinya yaitu “To Become the 21st Century’s Number One International-Standard
Pulp and Paper Manufacturer, Dedicated to Providing Superior Value to
Customers, Stakeholders, Employees and the Community”. Sebagian besar
perusahaan dibawa bendera Sinar Mas Pulp & Paper Products telah mendapat
sertifkat ISO 14001 dan ISO 9002 untuk kepeduliannya terhadap lingkungan dan
manajemen kualitas. Sinar Mas Pulp and Paper juga merupakan pemasok bahan baku
bagi perusahaan ternama di dunia seperti Unilever dan sebagainya. Iklan yang
intensif serta berbagai promosi yang dilakukan oleh PT Sinar Mas Pulp and Paper
juga mendukung pemasarn produknya menjadi lebih luas.
G.
Daftar Pustaka
Saradima,
A et al. 2013. Industri Pulp dan Kertas.
Pendidikan Kimia FKIP UNILA: Bandar aaaaaLampung
Kementerian
Industri. 2012. Penelitian dan
Pengembangan Teknologi Pulp, Kertas, Derivat aaaaaSelulosa dan Lingkungan. [Internet]
diakses pada: www.bbpk.go.id
Ahira,
A. 2013. Sinar Mas Group: Konglomerasi
Kertas Indonesia. [Internet] diakses pada: aaaaawww.anneahira.com/sinar-mas-group
No comments:
Post a Comment