Wednesday, January 21, 2015

Makalah Tugas MK. PHH



MAKALAH

PENGOLAHAN HASIL HUTAN

(PT. Sinar Mas Pulp and Paper)





Oleh:
Meilani Karina            E44130028





logo-ipb.png












DEPARTEMEN TEKNOLOGI HASIL HUTAN
FAKULTAS KEHUTANAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2014


A. Kondisi Umum Perusahaan
            PT. Sinar Mas Pulp and Paper merupakan suatu perusahaan swasta yang bergerak dibidang pembuatan pulp dan kertas. PT Sinar Mas Pulp and Paper adalah bagian dari Sinar Mas Group. Sinar Mas Group adalah salah satu konglomerasi terbesar di Indonesia. Perusahaan ini dibentuk tahun 1962 dan memiliki banyak anak perusahaan seperti Asia Pulp & Paper dan produsen minyak sawit PT SMART TBK.
Sinar Mas Group didirikan oleh seorang pengusaha keturunan Tionghoa, Eka Tjipta Widjaja. Bisnis utamanya ialah pulp dan kertas, agribisnis, properti dan jasa keuangan. Eka Tjipta Widjaja datang ke Indonesia pada usia 9 tahun bersama orang tuanya ketika negara asal mereka sedang bergejolak. Perusahaan ini mendirikan anak perusahaan di India pada 1990-an yang kemudian dijual kepada Ballarpur Industries Limited tahun 2001.
CEO dari PT. Sinar Mas Pulp and Paper adalah Robin Mailoa. Kantor pusat PT Sinar Mas berlokasi di Sinar Mas Land Plaza Tower 2,33/F Jalan M.H.Thamrin 51 Jakarta Pusat, 10350 Indonesia. Sementara lokasi pabrik pembuatan pulp and paper terdapat di Sumatera Selatan, Kabupaten Musi Banyuasin.
PT. Sinar Mas Pulp and Paper melakukan distribusi pemasaran pulp keluar negeri dan juga di dalam negeri. Hasil produksi di ekspor ke berbagai negara seperti Amerika, China, Korea, India, Taiwan, Japan, Australia dan Negara-negara di Eropa dan Asia Tenggara.
 PT. Sinar Mas Pulp and Paper dibangun dan dirancang untuk mengusahakan pulp dan kertas yang berkualitas tinggi, dimana pulp diproduksi secara kimia dengn proses sulfat (kraft). Sistem kontrol diperusaahan ini telah masuk kedalam system ISO yang digunakan sebagai tanda untuk menentukan kualitas dunia dari suatu produk. Beberapa bahan kimia yang digunakan dipabrik diantaranya adalah ClO2, Cl2.
Selain itu PT. Sinar Mas Pulp and Paper memiliki komitmen serta tanggung jawab untuk menjaga dan melestarikan hutan, telah diterapkan mekanisme yang membantu memastikan hanya bahan baku kayu legal yang dapat masuk ke dalam proses produksi. Sistem tersebut telah diverifikasi dalam penerapannya oleh beberapa institusi audit internasional yang independen. Perusahaan dalam menjalankan operasinya selalu berkomitmen untuk mengedepankan pengelolaan aspek sosial, lingkungan dan ekonomis secara berkelanjutan. Sinar Mas melakukannya melalui serangkaian program corporate social responsibility dan mengedepankan pola operasi yang transparan termasuk dalam aspek hak asasi manusia. Penyempurnaan secara berkala dalam aspek pengelolaan dan pengadaan bahan baku, pengurangan limbah serta manajemen produksi secara konsisten menjadi kunci terpeliharanya lingkungan sekitar. Hal ini dipercaya akan berperan penting bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.

B. Bahan yang Digunakan
Bahan Baku                                                                                
aaaaaSinar Mas mendapatkan bahan baku untuk produksi pulp dan kertas dari hutan tanaman yang dikelola secara berkelanjutan dan memastikan setiap pemasoknya untuk mematuhi peraturan yang berlaku. Dalam pengembangan hutan tanaman, serangkaian proses verifikasi lingkungan dilaksanakan sebelum penanaman dilakukan, termasuk dengan melibatkan masyarakat sekitar. Bahan baku dari hutan tanaman harus melalui serangkaian pemeriksaan sebelum memasuki pabrik. Beragam dokumen harus dilengkapi guna memastikan legalitas bahan baku. Bahan pembuat kertas adalah α selulosa, sedangkan yang larut (β selulosa, γ selulosa, pentose, heksosa, dan lain-lain) disebut hemiselulosa. Sifat kimia selulosa sesuai dengan gugus aktif alkohol yang demikiannya (dapat mengalami oksidasi), dan derajat polimerisasinya (panjang serat). Semakin panjang  rantai selulosa semakin kuat dan tahan degradasi baik secara panas, kimia, maupun biologis.
            Kebutuhan pulp serat pendek biasanya diperoleh dari bahan baku kayu jenis Akasia dan Ekaliptus. Produsen pulp dan kertas hingga kini sangat bergantung pasokan bahan baku kayu yang berasal dari hutan tanaman industri (HTI) karena suplai kayu alam hanya tersisa 10 – 15%
Saat ini telah muncul eukaliptus dan akasia genjah yang siap panen pada umur 5 tahun atau 2 tahun lebih cepat ketimbang varietas sebelumnya. Bukan hanya panen lebih cepat, Acacia mangium dan Eucalyptus pellita hasil seleksi benih itu juga menghasilkan kubikasi tinggi, yaitu 200-250 m3 per hektar. Kedua jenis tanaman ini telah ditanam massal di Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera.
                                                                                                               
Bahan Tambahan
Bahan tambahan adalah bahan yang digunakan dalam proses produksi ditambah ke dalam
proses pembuatan (bahan yang ditambahkan ke dalam proses pembuatan produk yang mana
komponennya tidak jelas dibedakan pada produk). Bahan tambahan yang digunakan pada
pengolahan pulp adalah :
a. Cairan pemasak
Cairan pemasak untuk proses pembuatan pulp terdiri dari :
1. Lindi putih (white liquor)
2. Lindi hitam (black liquor)
b. Uap panas
Steam digunakan sebagai sumber panas pada proses pemasakan.
c. Bahan kimia pemutih
Bahan kimia pemutih yang digunakan untuk meningkatkan derajat putih pulp adalah clorin dioxide.
C. Proses Pulping
Fiberline
Fiberline area merupakan tempat dilakukannya pembuatan pulp. Department Fiberline mempunyai tiga line, yaitu line 1, line 2 dan line 3. Fiberline 1 merupakan line untuk mesin lama atau mesin yang pertama kali di gunakan sejak awal berdirinya pabrik. Sedangkan line 2 merupakan mesin baru yang di tambahkan karena adanya permintaan konsumen yang semakin meningkat sehingga kemampuan line 1 yang beroperasi tidak mencukupi. Dan line 3 merupakan mesin terbaru dengan teknologi dan proses yang lebih canggih dan berbeda dari line 1 dan 2. Proses di Departemen fiberline dapat dibagi menjadi 3 bagian, yaitu digester (Pemasakan), washing dan screening (Pencucian dan penyaringan) Oxygen delignification Plant, dan bleaching (pemutihan).

1. Digester (pemasakan)
Digester merupakan tempat pemasakan chip menjadi pulp. Tujuan pemasakan adalah untuk memisahkan selulosa dan lignin dengan menggunakan bahan kimia. Jenis yang digunakan adalah Super Bacth Digester berjumlah 14 buah. Proses pemasakan terdiri atas beberapa tahap, yaitu:

a. Pengisian Chip (Chip Failling)
 Chip filling adalah proses pengisiaan serpihan kayu (chip) yang dikirim chip storaging atau chip screening dengan menggunakan belt conveyor ke chip shilo. Dari chip silo serpihan di masukkan ke degester dengan menggunakan screw conveyor pada waktu pengisian chip, udara yang ada didalam degester dihilangkan (dievakuasi) melalui saringan sirkulasi dengan menggunakan blower. Tahap ini memakan waktu 30-32 menit.

b. Impregnation
Impregnation merupakan pengisiaan warm black liquor (WBL) ke dalam digester sebagai tahap pemanasan tahap awal. Mekanismenya adalah dengan cara memasukkan warm black liquor (WBL) ke dalam digester , melalui bagian dasar digester sampai seluruhnya penuh (overflow) dengan tekanan 3 bar, yang bertujuan untuk menyempurnakan penghilangan udara di dalam rongga-rongga chip kayu dan udara di dalam digester. Adapun suhu cairan impragnasi ini adalah 95º C -100º C. Temperatur digester pada akhir tahap ini mencapai 140-145º C, WBL filling berlangsung sekitar 28 menit.
c. Pengisiaan Hot Black Liquor (HBL) dan Hot White Liquor (HWL)
Hot liquor filling adalah proses penambahan liquor ke dalam digester sebagai cairan yang digunakan untuk proses pemasakan (cooking). Pada proses pengisian hot black liquor yang tujuannya untuk menaikkan panas dari warm black liquor pada suhu di bawah ± 100º C, digantikan oleh hot black liquor dipompakan ke digester bervolume 50 m³, berikutnya secara bersamaan hot white liquor merupakan bahan kimia utama pemasakan.
d. Heating dan Cooking
Setelah pengisian HBL dan HWL selesai, cairan dalam digester disirkulasikan sehingga temperatur dalam digester merata sambil di panaskan sehingga temperatur mencapai 160º C- 170º C dengan menggunakan MP steam. Setelah itu dilanjutkan dengan proses pemasakan ±60 menit.
e. Displacement
Tujuan dari fase displacement adalah untuk menghentikan reaksi pemasakan dan sebagai pencucian awal. Setelah pemasakan selesai, pompa sirkulasi dihentikan, kemudian black liquor dipompakan ke digester. Black liquor yang digunakan adalah filtrat dari washing plant yang sudah didinginkan mencapai suhu ± 85º C, black liquor tersebut dimasukkan untuk menggantikan black liquor yang ada di dalam digester, sehingga suhu di dalam digester mencapai ± 100º C.
f. Discharging
Discharging merupakan proses pemompaan pulp yang sudah dimasak ke tangki discharge. Fase ini merupakan tahap akhir dari proses yang terjadi di digester, dan untuk mempermudah pemompaan, pulp didalam digester dilakukan penambahan dilusi ± 300 m³ untuk pengeceran pulp sehingga siap untuk diproses selanjutnya.
2. Washing dan Screnning (Pencucian dan Penyaringan) Oxygen Delignification Plant Pencucian (washing) dan penyaringan (screening) dilakukan dengan tujuan untuk memisahkan material-material yang tidak diinginkan yang terdapat di dalam pulp dan dapat menghilangkan sisa-sisa bahan kimia yang terjadi akibat proses pemasakan dengan menggunakan air panas (hot water). Adapun proses pencucian ini di lakukan system berlawanan arah (countercurrent). Tahap pembersihan pulp antara lain :
a. Deknotting
Deknotting adalah proses awal pada area washing. Proses ini bertujuan untuk memisahkan pulp dengan knott, yaitu dengan menggunakan knotter. Knott adalah padatan chip yang tidak masak pada saaat pemasakan chip dalam digester. Pulp dari discharge tank di pompakan ke dalam pemisah pulp (knotter) dengan konsistensi 5% kemudian diencerkan sampai konsistensi 2,5%. Pengenceran ini bertujuan memudahkan proses pemisahan hasil (accept) dan sisa (reject). Knotter terdiri dari primary knotter dan secondary knotter. Dari primary knotter yang accept akan dikirimkan ke washer sedangkan yang reject akan dikirimkan ke secondary knotter. Accept dari secondary knotter akan dikirim ke intlet washer, sedangkan yang reject akan dikirim ke reject tank yang selanjutnya dikirim ke digester untuk dimasak kembali.
b. Washing
Pencucian dilakukan untuk memisahakan serat dari kotoran-kotoran yang dapat larut dalam air, yang terdiri dari senyawa organic (lignin) dan juga senyawa inorganic yang merupakan sisa dari bahan kimia pemasak. Pencucian campuran pulp dan black liquor dilakukan didalam 4 tahap dengan arah aliran pencucian berlawanan dengan arah aliran pulp. Sebagai cairan pencuci digunakan air panas dengan suhu ± 70º C agar di dapat pencucian yang efisien. Pulp yang sudah dicuci dikirim untuk disaring kembali ke pressure screen, sedangkan black liquor yang merupakan filtrate digunakan sebagai larutan pengencer secara sirkulasi dalam sistem pencucian sendiri dan selebihnya dikirim ke digester plant yang selanjutnya dikirim ke chemical black liquor recovery.
c. Screening
Screnning adalah proses pemisahan serat (fiber) berdasarkan ukuran, dengan menggunakan saringan. Penyaringan dilakukan terhadap pulp yang masih berwarna coklat untuk memisahkan bahan-bahan pengotor yang dapat mengurangi kualitas pulp dan dapat mengakibatkan pemborosan bahan-bahan kimia pada proses-proses pemutihan. Serat yang belum terfiberasi dengan baik akan digunakan sebagai bahan bakar, sedangkan pulp yang lolos ditampung ke tangki penampungan pulp. Screnning yang dilakukan biasanya mempunyai beberapa tingkatan, hal ini bertujuan untuk menyaring kembali sisa (reject) darai screen sebelumnya. Tahapan pada screening adalah primary screening, secondary, tertiary, dan quartenary screnning.
d. Oxygen Delignification
Sebelum tahap delignifikasi oksigen terlebih dahulu ada tahap pre oksigen dimana pada tahap ini bertujuan untuk menaikkan nilai brightness dari pulp yang akan dihasilkan. Hasil dari pre oksigen ini dimasukkan kedalam MC tank, Setelah pre oksigen barulah masuk tahap delignifikasi oksigen. Pada proses ini kadar ilgin di turunkan sebelum memasuki tahap bleaching. Kadar lignin pulp setelah pemasakan di digester mempunyai harga bilangan kappa sebesar ± 16 dan setelah melalui proses delignifikasi oksigen bilangan kappanya menjadi ± 10. Kappa number adalah parameter kadar lgnin dalam pulp. Bahan kimia yang aktif dalam reaksi delignifikasi oksigen adalah gas oksigen dan lindi putih oksidasi (NaOH). Dalam proses ini digunakan reactor oksidasi. Pada saat reaksi oksigen PH pulp ± 11 dengan waktu reaksi 60 menit. Suhu pada saat proses ini adalah 95 - 100º C dengan konsistensi 10- 20 %. Hasil dari proses delignifikasi oksigen ini dimasukkan ke dalam 02 blow tank. Setelah melewati proses delignifikasi oksigen, tahap selanjutnya adalah tahap post oksigen yang berfungsi juga untuk menaikan derajat brightness dari pulp. Hasil dari post oksigen ini kemudian dimasukkan ke unbleach tank (brown stock).
3. Bleaching (Pemutihan)
Bleaching bertujuan untuk menghasilkan derajat putih dan membersihkan pulp serta mengurangi lignin dari selulosa. Bleaching terdiri dari 4 tahap yaitu :
a. Tahap Dioksida Awal (DO)
Pada tahap ini pulp mempunyai konsistensi 12 % dengan temperatur 60º C dan waktu yang diperlukan 60 menit pada pH 1,8-2,0. Bahan kimia yang dinginkan adalah CIO2 . Tujuan penambahan zat ini adalah untuk menghilangkan lignin.
 b. Tahap Ektrasi Oksidari (E/O)
Konsistensi pulp pada tahap ini adalah 12% dengan temperatur 70º C dan waktu yang diperlukan 90 menit pada pH 10,8. Bahan kimia yang digunakan adalah NaOH dan O2. Tujuan dari penambahan zat ini adalah untuk melarutkan lignin setelah chlorinasi dan menghilangkan lignin dengan O2 dan larutan NaOH panas.
c. Tahap Cholorin Dioksida 1
Pada tahap ini konsistensitas pulp 12 % dengan temperatur 70ºC dan waktu yang di butuhkan 80 menit pada pH 3,5-3,8. Bahan kimia yang digunakan adalah ClO2 . Penambahan zat ini bertujuan untuk memutihkan pulp.
d. Tahap Cholorin Dioksida 2
Konsistensi pulp 12% dengan temperatur 70%, sedangkan waktu yang dibutuhkan sekitar 80 menit dengan pH 4,5-5. Bahan kimia yang digunakan adalah ClO2. Penambahan zat ini bertujuan unuk meningkatkan keputihan pulp.
D. Jenis Produk yang Dihasilkan
            Sinar Mas Pulp and Paper telah menghasilkan beragam produk diantaranya; Kertas Sinar Dunia, Paperline Gold, Bola Dunia, Mirage, Office Print, Tisue Passeo, dll. Perusahaan  ini juga memproduksi beragam jenis hasil-hasil produksi kertas (stationery) dan produk perlengkapan kantor seperti buku tulis, memo, loose leaf, spiral, amplop, kertas komputer, kertas kado, shopping bag dan produk fancy yang diminati pasar internasional.
E. Pengendalian Limbah
            Pabrik Sinar Mas Pulp and Paper telah melaksanakan kajian untuk menentukan total emisi karbon per ton pulp dan kertas pada setiap pabrik sekaligus total emisi karbon secara keseluruhan guna mengetahui sejauh mana usaha pengurangan dampak perubahan iklim telah dilakukan. Studi yang dilakukan oleh lembaga independen, Environmental Resources Management (ERM) menunjukkan bahwa Sinar Mas selama ini beroperasi sesuai kaidah pengurangan emisi gas rumah kaca pada sektor industri.
F. Manajemen dan Pemasaran
            Sinar Mas Pulp & Paper Products adalah salah satu unit usaha dalam industri pulp dan paper yang terkemuka di dunia. Sejarah Sinar Mas Pulp & Paper Products dimulai dengan pendirian Tjiwi Kimia. Dengan kapasitas produksi pulp dan paper sebesar 6,9 juta ton di Indonesia, perusahaan ini menduduki peringkat lima dunia. Saat ini, Sinar Mas Pulp & Paper Products memiliki fasilitas manufacturing di beberapa lokasi di Indonesia dan memasarkan produk-produknya ke lebih dari 65 negara di Enam benua, sejalan dengan visinya yaitu “To  Become the 21st Century’s Number One International-Standard Pulp and Paper Manufacturer, Dedicated to Providing Superior Value to Customers, Stakeholders, Employees and the Community”. Sebagian besar perusahaan dibawa bendera Sinar Mas Pulp & Paper Products telah mendapat sertifkat ISO 14001 dan ISO 9002 untuk kepeduliannya terhadap lingkungan dan manajemen kualitas. Sinar Mas Pulp and Paper juga merupakan pemasok bahan baku bagi perusahaan ternama di dunia seperti Unilever dan sebagainya. Iklan yang intensif serta berbagai promosi yang dilakukan oleh PT Sinar Mas Pulp and Paper juga mendukung pemasarn produknya menjadi lebih luas.
G.  Daftar Pustaka
Saradima, A et al. 2013. Industri Pulp dan Kertas. Pendidikan Kimia FKIP UNILA: Bandar aaaaaLampung
Saputra, HA. 2012. Sinar Mas Group. [Internet] diakses pada: aaaaawww.wordpress.com/heruagungfiles.
Kementerian Industri. 2012. Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pulp, Kertas, Derivat aaaaaSelulosa dan Lingkungan. [Internet] diakses pada: www.bbpk.go.id
Ahira, A. 2013. Sinar Mas Group: Konglomerasi Kertas Indonesia. [Internet] diakses pada: aaaaawww.anneahira.com/sinar-mas-group

No comments:

Post a Comment