BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Berkembangnya Ilmu Tumbuhan di Indonesia karena potensi keanekaragaman flora yang dimiliki melimpah sehingga Ilmu tumbuhan ini telah mengalami
kemajuan yang sangat pesat mengikuti arus
zaman. Bidang-bidang pengetahuan yang semula bagian dari cabang ilmu tumbuhan,
sekarang telah menjadi ilmu yang dapat berdiri sendiri sehingga ilmunya
lebih terperinci dan mendetail tentang bidang yang dibahas dan dikaji.
Dendrologi merupakan cabang ilmu tumbuhan yang telah berdiri sendiri dengan kajian yang lebih mendalam tentang ilmu pohon. Dendrologi merupakan salah satu mata kuliah ilmu dasar (basic science) di bidang kehutanan yang menguraikan tentang pengertian “pohon”, morfologi (sifat botani) pohon, azas-azas taksonomi tumbuhan, kegiatan eksplorasi botani hutan, serta pembahasan beberapa suku, marga, dan jenis-jenis pohon yang penitng di bidang kehutanan dan ekosistem hutan.
Dendrologi merupakan cabang ilmu tumbuhan yang telah berdiri sendiri dengan kajian yang lebih mendalam tentang ilmu pohon. Dendrologi merupakan salah satu mata kuliah ilmu dasar (basic science) di bidang kehutanan yang menguraikan tentang pengertian “pohon”, morfologi (sifat botani) pohon, azas-azas taksonomi tumbuhan, kegiatan eksplorasi botani hutan, serta pembahasan beberapa suku, marga, dan jenis-jenis pohon yang penitng di bidang kehutanan dan ekosistem hutan.
Fakultas Kehutanan
IPB memberikan mata kuliah Dendrologi wajib bagi semua mahasiswa
Fakultas Kehutanan yang bertujuan untuk pembekalan praktek lapang kehutanan. Kuliah dan praktikum Dendrologi ini diberikan selama satu semester tepatnya di semester
3. Pada praktikum akhir diadakan kuliah lapang
yang dilaksanakan di Kebun Raya Bogor. Pada saat kuliah lapang, mahasiswa mendapatkan informasi yang lebih banyak karena
melihat pohon yang daunnya biasa digunakan dan diidentifikasi saat praktikum
dendrologi di lab secara langsung.
1.2 Tujuan
Kuliah lapang ke Kebun
Raya Bogor bertujuan untuk :
- Mengetahui sejarah dan perkembangan Kebun Raya Bogor.
- Mengidentifikasi berbagai jenis pohon yang ada di Kebun Raya Bogor.
- Melihat lebih dekat jenis pohon yang daunnya digunakan dalam praktikum dendrologi sebelumnya.
- Sebagai bekal pertama bagi mahasiswa sebelum menghadapi semester selanjutnya serta kehidupan pasca-sarjana.
- Menumbuhkan rasa cinta dan rasa memiliki pada diri mahasiswa terhadap berbagai jenis tumbuhan di Indonesia.
BAB II
KONDISI UMUM KEBUN RAYA BOGOR
Kebun Raya Bogor terletak di Kota Bogor, provinsi Jawa Barat. Kebun Raya
Bogor memiliki letak strategis di
jantung Kota Bogor yang hampir dilalui oleh semua rute angkutan umum , kebun
raya yang buka setiap hari dari pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB ini mempunyai
4 pintu masuk yaitu di depan Pasar Bogor (pintu utama), Jl. Ir.H.Juanda
disamping Kantor Pos (pintu 2) , Jl.Pajajaran seberang kampus IPB (pintu 4) dan
pertigaan Jl.Pajajaran/Jl. Jalak Harupat (pintu 3). Khusus pintu 2 hanya dibuka
pada hari minggu dan libur saja, sedangkan bagi para members dapat menggunakan
pintu 2 , pintu 3 dan pintu Gd Konservasi yang mulai dibuka pukul 06.00-08.00.
Kebun Raya Bogor sepanjang perjalanan sejarahnya
mempunyai berbagai nama dan julukan, seperti : s’Lands Plantentuin, Syokubutzuer (zaman Pendudukan
Jepang), Botanical Garden of
Buitenzorg, Botanical Garden of
Indonesia, Kebun Gede dan Kebun Jodoh. Kebun Raya Bogor
didirikan pada tanggal 18 Mei 1817 dengan luas semula 47
Ha dan sekarang menjadi 87 Ha dengan letak 260 mdpl dengan curah hujan
3000-4300 mm/th. Jumlah koleksi per Januari 2006 yaitu tercatat 222 Famili,
1257 Genus/marga dan 3423 Spesies, dengan spesiesmen hidup 13684 pohon. Pemrakarsa berdirinya
Kebun Raya Bogor adalah C.G.C. Reinwardt.
Prof.
Caspar Georg Carl Reinwardt adalah seseorang botanis
berkebangsaan
Jerman yang berpindah ke Belanda dan menjadi ilmuwan botani dan kimia. Ia lalu
diangkat menjadi menteri bidang pertanian, seni, dan ilmu pengetahuan di Jawa
dan sekitarnya.
Kebun Raya Bogor
merupakan kawasan konservasi eksitu yang bertujuan sebagai sarana koleksi
tumbuhan tropika dataran rendah basah. Kebun Raya Bogor
memiliki tugas atau fungsi Kebun Raya, antara lain sebagai berikut:
1.
Sebagai
tempat konservasi Ex-situ tumbuhan,
2.
Sebagai
sarana penelitian, terutama penelitian tumbuhan,
3.
Sebagai
sarana penunjang pendidikan, dan
4.
Sebagai
sarana wisata (wisata alam)
Pada tanggal 15 April 1817 Reinwardt mencetuskan gagasannya untuk mendirikan
Kebun Botani yang disampaikan kepada G.A.G.P. Baron Van Der Capellen,Komisaris
Jendral Hindia Belanda dan beliau akhirnya menyetujui gagasan Reinwardt. Pada
tahun 18 Mei 1817, Gubernur Jenderal Godert Alexander Gerard Philip van der
Capellen secara resmi mendirikan Kebun Raya Bogor dengan nama s’Lands
Plantentuinte Buitenzorg. Pada mulanya kebun ini
hanya akan digunakan sebagai kebun percobaan bagi tanaman perkebunan yang akan
diperkenalkan ke Hindia-Belanda (kini Indonesia).
Pendirian Kebun Raya Bogor bisa dikatakan
mengawali perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. Untuk perkembangan
koleksi tanaman sesuai dengan iklim yang ada di Indonesia, Kebun Raya Bogor
membentuk cabang di beberapa tempat, yaitu:
1. Kebun Raya
Cibodas (Bergtuin te Cibodas, Hortus
dan Laboratorium Cibodas) di Jawa Barat, didirikan oleh
Teysman tahun 1866. Kebun Raya Cibodas luasnya 120 ha dengan ketinggian 1400 mdpl, untuk koleksi tanaman dataran tinggi beriklim basah
daerah tropis dan tanaman sub-tropis. Tahun 1891 Kebun ini dilengkapi dengan
Laboratorium untuk Penelitian flora dan fauna.
2. Kebun Raya
Purwodadi (Hortus Purwodadi) di Jawa
Timur, didirikan oleh Van Sloten tahun 1941. Luasnya 85 ha dengan ketinggian
250 m, untuk koleksi tanaman dataran rendah, iklim kering daerah tropis.
3. Kebun Raya "Eka
Karya" Bedugul-Bali didirikan tahun 1959 oleh Prof. Ir. Kusnoto Setyodiwiryo. Luasnya 159,4 Ha dengan ketinggian 1400
mdpl, untuk koleksi tanaman dataran tinggi beriklim
kering.
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
Kebun Raya Bogor memiliki
banyak jenis tumbuhan yang tumbuh baik didalamnya. Setiap tumbuhan
dikelompokkan ke dalam petak-petak sesuai dengan kelompok (famili) mereka
masing-masing. Tiap petak dipisahkan dengan jalan, bangunan ataupun tembok
pembatas. Diantaranya ada petak famili; Fabaceae, Myrtaceae, Pandanaceae,
Lecythidaceae, Sonneratiaceae, Dillenaceae, Rubiaceae, Ebenaceae, Arecaceae,
Lauraceae, Podocarpaceae, Araucariaceae, Gnetaceae, Pinaceae, Moraceae,
Sapindaceae, Apocynaceae, Sapotaceae, Sterculiaceae, Myristicaceae,
Bombacaceae, Clusiaceae, Anacardiaceae, Burseraceae, Dipterocarpaceae,
Casuarinaceae, Nymphaceae, dan Annonaceae. Berikut beberapa anggota famili yang
praktikan temukan saat kuliah lapang;
v Kelompok : Fabaceae
|
1.
|
Jenis
Deskripsi
|
:
:
|
Koompassia excelsa; Kempas
Daun majemuk ganda 2, bentuk daun
oblong, tata daun alternate dengan anak daun opposite, plagiotropik, memiliki
banir menyebar yang biasnya digunakan tempat bertengger beruang madu (Helactosmalayanus) untuk mencari madu.
|
|
2.
|
Jenis
Deskripsi
|
:
:
|
Intsia bijuga; Merbau
Daun berseling, stipula bertautan dipangkal, memilki
banir papan yang kecil, anak daun opposite, kulit batang terlihat seperti mengelupas,
sering menjadi kayu komoditi illegal logging di Papua.
|
|
3.
|
Jenis
Deskripsi
|
:
:
|
Pterocarpus indicus;Angsana
Bergetah merah dan majemuk, banyak
dijumpai dipinggir jalan sebagai peneduh, daun agak
kasar, buahnya pipih dan bersayap.
|
|
4.
|
Jenis
Deskripsi
|
:
:
|
Siandora
ciamensis; Sindur
Batangnya tidak berbanir, paling tinggi diantara fabaceae lainnya, banyak digunakan untuk perabotan.
|
|
5.
|
Jenis
Deskripsi
|
:
:
|
Samanea
saman; Trembesi
Tidak berbanir, simpodial, daun
majemuk, berasal dari tumbuhan tropis Amerika, sebagai tanaman peneduh,
banyak cabang dan tumbuhan ini adalah tumbuhan invasif, karena sebagai invasi
spesies asli, dan penyerap karbon tinggi.
|
|
6.
|
Jenis
Deskripsi
|
:
:
|
Inocarpus
fagiferus;Gayam
Salah satu Fabaceae yang
berdaun tunggal, tepi daun berduri, batang simpodial bentuk batang
berlekuk-lekuk, untuk peneduh dan buah dapat dimakan dengan dibuat keripik,
kebanyakan orang tidak menyukai pohon ini dikarenakan kurang menarik dan
menyeramkan, habitat di pantai berpasir sampai dengan pegunungan.
|
|
7.
|
Jenis
Deskripsi
|
:
:
|
Adenanthera pavonina; Pohon Saga
Daun Majemuk ganda 1, simpodial, biji dalam berwarna merah dan kering,
Saga terdapat 2 macam, yaitu Saga pohon dan Saga merambat Aphrus
precathorius daun saga untuk obat sariawan dengan 200 x sukrosa
menjadikan rasa pahit.
|
v Kelompok : Dipterocarpaceae
|
8.
|
Jenis
Deskripsi
|
:
:
|
Vatica
Puciflora ; Resak
Tunggal, alternate, daunnya tebl, kaku, berbintik
hijau tersusun di petulangan sekundernya.
|
|
9.
|
Jenis
Deskripsi
|
:
:
|
Shorea leprosula ;
Meranti Tembaga
Buah bersayap, sayap panjang 3 dan sayap pendek 2,
kayu untuk konstruksi dan plywood, berbanir papan besar, kulit batangnya
halus, dan berwarna putih, terdapat sarang lebah. Salah satu
yang tertua dan terbesar letaknya berdampingan dengan Ficus albipila dan
dijuluki sebagai ‘Pohon Jodoh’.
|
|
10.
|
Jenis
Deskripsi
|
:
:
|
Dryobalanops aromatic; Kamper
Pohon tinggi stratum A, berbanir papan, getah untuk
kamper atau kapur barus.
|
|
11.
|
Jenis
Deskripsi
|
:
:
|
Shorea seminis;Tengkawang
Dimanfaatkan untuk lemak Nabati dari buahnya dan
campuran coklat, berbanir papan.
|
|
12.
|
Jenis
Deskripsi
|
:
:
|
Dipterocarpus turbinatus ; Keruing
Berukuran besar dan tinggi dapat mencapai 40 meter.
Kulit batang nya mengelupas, daun bersayap 2-5 dan mamiliki buah samara atau
buah keras, penghasil
kayu utama di Indonesia,buah bersayap 5 dengan sayap panjang 2 dan sayap
panjang 3.
|
v Kelompok : Apocynaceae
|
13.
|
Jenis
Deskripsi
|
:
:
|
Cerbera
manghas ; Bintaro
Bergetah
putih. Buahnya berbentuk corong, buahnya selalu terletak berpasangan.
|
|
14.
|
Jenis
Deskripsi
|
:
:
|
Alstonia scholaris ; Pulai
Bergetah putih, Kulit batang mengelupas, buah
berpasanagan, berbanir terbang, sebagai tanaman peneduh,
habitat di hutan, Daun
tunggal, verticilate, pertulangan primer
menonjol, pertulangan sekunder
sejajar, satu pusaran 3-8 helai daun.
|
|
15.
|
Jenis
Deskripsi
|
:
:
|
Dyera costulata; Jelutung
Pohon bergetah putih, daunnya verticillate,
monopodial, silindris, silindris, besar, tinggi, tidak berbanir, buah seperti
tanduk, getah untuk permen karet, jenis Strata A.
|
v Kelompok : Sapindaceae
|
16.
|
Jenis
Deskripsi
|
:
:
|
Pometia pinnata; Matoa
Buahnya seperti kelengkeng, daun
majemuk paripinate (Genap),
buah daging bening, bisa dimakan arilus berwarna putih bening, tumbuh
dominan di Papua,
kayunya konstruksi bangunan.
|
|
17.
|
Jenis
Deskripsi
|
:
:
|
Nephelium lapaceum ; Rambutan
Monopodial, alternate, pohonnya tidak tinggi, daun majemuk buah bisa dimakan dan
arilus berwarna putih.
|
|
18.
|
Jenis
Deskripsi
|
:
:
|
Litchi Chinensis ; Leci
Merupakan pohon tertua di Kebun Raya Bogor, ditanam
pada tahun 1823, pohon
Simpodial, buah dapat dikonsumsi, berasal dari China Selatan dan letaknya d Kebun
Raya Bogor dekat dengan kolam gunting.
|
|
19.
|
Jenis
Deskripsi
|
:
:
|
Sapindus rerak; Rerak
Biji dapat dimanfaatkan untuk sabun nabati.
|
|
20.
|
Jenis
Deskripsi
|
:
:
|
Dimocarpus longan; Lengkeng
Pohon berumah dua, buah dapat dimakan, daun majemuk.
|
v Kelompok : Moraceae
|
21.
|
Jenis
Deskripsi
|
:
:
|
Ficus elastica ; Karet Kerbau
Bergetah putih, kunat cincin, alternate, daun
penumpu lepas dan membentuk cincin di ranting sebelum ada getah karet, getah
karet kerbau digunakan untuk Ban, habitusnya pohon strangler.
|
|
22.
|
Jenis
Deskripsi
|
:
:
|
Ficus albipila; Beringin
Pohonnya
besar, berbanir besar, letaknya
bersebelahan dengan Shore leprosula
dan dijuluki sebagai ‘Pohon Jodoh’.
|
|
23.
|
Jenis
Deskripsi
|
:
:
|
Artocarpus heterophyllus ; Nangka
Bergetah putih, memiliki kunat cincin, daun muda
tidak seperti daun yang tua, buah dapat dimakan, kayu untuk konstruksi
bangunan.
|
v Kelompok : Sapotaceae
|
24.
|
Jenis
Deskripsi
|
:
:
|
Crhysophyllum cainito ; Sawo duren
Bergetah putih, buah dapat diamakan, pohon tidak
terlalu tinggi, daun bagian bawah berwarna keemasan.
|
|
25.
|
Jenis
Deskripsi
|
:
:
|
Manilkara kauki; Sawo
kecik
Termasuk pohon terminalia branching daun
mengumpul diujung, daun bagian bawah berwarna keperakan, buah dapat dimakan,
model aubrevile, kayu bagus untuk bangunan dan patung di Bali, sudah
langka di alam.
|
|
26.
|
Jenis
Deskripsi
|
:
:
|
Palaquieum rostratum; Nyatoh
Bergetah putih, berbanir papan segitiga,
Penghasil getah perca yang dimanfaatkan untuk membuat bola golf, batang
besar bersilindris.
|
|
27.
|
Jenis
Deskripsi
|
:
:
|
Mimusops elengi; Tanjung
Tanaman peneduh, daging buah tipis, buah dapat
dikonsumsi, daun
tunggal, bergetah putih.
|
v Kelompok : Arecaceae
|
28.
|
Jenis
Deskripsi
|
:
:
|
Borassus flabellifer ; Lontar
Daunnya pada zaman dahulu dimanfaatkan untuk
menulis, buah dapat dimakan dan diminum airnya.
|
|
29.
|
Jenis
Deskripsi
|
:
:
|
Metroxylon sagu ; Sagu
Pohon monocarpik (pohon yang jika sudah berbuah mati), jarak berbunga
1-10 tahun, batangnya dijadikan sebagai sagu, tumbuh di rawa Indonesia bagian
timur.
|
|
30.
|
Jenis
Deskripsi
|
:
:
|
Cocos nucifera; Kelapa
Spesies yang multi manfaat tumbuh dihutan
pantai, batang silindris. Seluruh bagiannya dapat dimanfaatkan.
|
|
31.
|
Jenis
Deskripsi
|
:
:
|
Alaeis guinensis; Sawit
Spesies pohon yang multi manfaat dari akar sampai
daun dapat dimanfaatkan. Buah untuk minyak, asal dari Afrika
berpotensi menjadi invasif alien species, batangnya untuk kayu fiber.
|
v Kelompok : Sterculiaceae
|
32.
|
Jenis
Deskripsi
|
:
:
|
Theobroma cacao; Coklat
Buah muncul pada batang utama dan cabagnya, buahnya
berwarna merah dan hiju, pohon yang bijinya dapat
dimanfaatkan untuk bahan baku coklat, coklat dikenal sebagai salah satu bahan
baku pembuat makanan manis.
|
|
33.
|
Jenis
Deskripsi
|
:
:
|
Pterospermum javanicum; Bayur
Permukaan daun berwarna keemasan, batang berpasir coklat dan berwarna
coklat keemasan, daunnya kasar.
|
|
34.
|
Jenis
Deskripsi
|
:
:
|
Sterculia foetida ; Kepuh
Daun majemuk menjari, Tumbuh baik didekat pantai,
Kepuh sering didapati di hutan-hutan dataran rendah hingga ketinggian 500 m
dpl., terutama di wilayah yang agak kering. Pohon ini di waktu-waktu tertentu
menggugurkan daun.
|
v Kelompok : Myristicaceae
|
35.
|
Jenis
Deskripsi
|
:
:
|
Billenia pteropoda; Sempur
Kulit pohon mengelupas, pertulangan daun sekunder
ketepi daun, daun tunggal, daun mengumpul diujung, memiliki
banyak cabang, daunnya mengelompok di ujung, banyak terdapat bekas daun penumpu,
tepi daun bergerigi, tulang sekunder langsung ke tepi daun.
|
|
36.
|
Jenis
Deskripsi
|
:
:
|
Myristica fragrans ; Pala
Berdaun tunggal, bergetah merah, arilus merah
berbentuk jala, buah dapat dimakan.
|
v Kelompok : Anacardiaceae
|
37.
|
Jenis
Deskripsi
|
:
:
|
Gluta wallichii ; Rengas
Bergetah hitam, monopodial, beracun
bila mengenai kulit dapat gatal-gatal. Pohon besar, stratum A berbanir papan,
Kayunya untuk konstruksi bangunan, ditanam pada tahun 1866.
|
|
38.
|
Jenis
Deskripsi
|
:
:
|
Bouea opposififolia; Gandaria
Daun tunggal, bergetah hitam, daun opposite. Buahnya
berkulit keras.
|
v Kelompok : Myrtaceae
|
38.
|
Jenis
Deskripsi
|
:
:
|
Eucalyptus alba;Ampupu
Keluarga Jambu-jambuan daun harum mengandung kelenjar minyak
(pellucidots) jika diremas berbau resin. Batang terpilin (melintir) karena
terkena penyakit dimanfaatkan daunnya untuk minyak eucalyptus dan bahan baku
permen mint, daun tunggal, kulit batang mengelupas, kayu untuk konstuksi
bangunan.
|
|
39.
|
Jenis
Deskripsi
|
:
:
|
Syzygium polyanthum; Salam
Daun yang sudah tua berwarna merah, daun mengandung kelenjar minyak untuk
memasak atau untuk obat, daun berbau harum.
|
v Kelompok : Pandanaceae
|
40.
|
Jenis
Deskripsi
|
:
:
|
Pandanus conoides ; Pandan
daun lanset, batang berduri, tumbuh ditepi pantai dan pegunungan, untuk
tanaman hias dan tumbuh banyak di Papua, buah dimanfaatkan untuk obat, daun
dimanfaatkan untuk tikar.
|
v Kelompok : Sonneratiaceae
|
41.
|
Jenis
Deskripsi
|
:
:
|
Sonneratia
caseolaris; Pedada
Tangkai daun merah muda, daun tebal, opposite decusate (berhadapan bersilang), tumbuh di
hutan mangrove, mempunyai akar pasak mampu beradaptasi dengan air tawar.
|
|
42.
|
Jenis
Deskripsi
|
:
:
|
Duabanga moluccana; Benuang
laki
Tangkai daun berbentuk persegi,
daun opposite, Marginal vein, interpetiolaris stipule, kayu untuk bangunan,
tumbuh alami di NTT dan NTB.
|
v Kelompok : Ebenaceae
|
43.
|
Jenis
Deskripsi
|
:
:
|
Diospyros philippinensis ; Bisbul
Simpodial, pohon berbatang hitam namun berbeda dengan kayu
hitam, daun tunggal,
alternate, bentuk tajuk membulat, termasuk kayu mewah, tumbuh kebanyakan di Sulawesi,
daun tunggal.
|
v Kelompok : Bombacaceae
|
44.
|
Jenis
Deskripsi
|
:
:
|
Durio zibhetinus ; Durian
Daun tunggal, alternate, buah dapat
dimakan. Permukaan daun bagian bawah berwarna perak, cauliflori,
alternate, batangnya tinggi, buah berduri.
|
v Kelompok : Burseraceae
|
45.
|
Jenis
Deskripsi
|
:
:
|
Canarium commune ; Kenari
Kenari memiliki daun yang imparipinate, yakni
di ujung ranting terdapat anak daun dan bersifat resinus (harum), daun
majemuk ganjil, untuk minyak nabati, dan bijinya untuk souvenir.
|
v Kelompok : Annonaceae
|
46.
|
Jenis
Deskripsi
|
:
:
|
Stelechocarpus burahol ; Burahol
Plagiotropik, kulit tidak mudah patah, monopodial, daun
tunggal, mengkilap, buah terdapat dibatang utama, buah
dapat dimakan untuk pengharum tubuh, tersebar di Jawa Tengah sebagai icon Keraton
Yogyakarta.
|
v Kelompok : Gnetaceae
|
47.
|
Jenis
Deskripsi
|
:
:
|
Gnetum gnemon ; Melinjo
Buah berbiji terbuka, pohon pralihan dari
Gymnospermae ke Angiospermae, buah dapat dimanfaatkan untuk ceriping dan daun
dapat dimasak. Biji sebagai bahan baku pembuatan ‘emping’.
|
v Kelompok : Lecythidaceae
|
48.
|
Jenis
Deskripsi
|
:
:
|
Baringtonia asiatica ; Keben
Pohon Simpodial, buah beracun untuk meracuni ikan di
alam, tumbuh di
hutan pantai, daun mengumpul di ujung ranting, berdaun duduk, buah mirip
lampion, memiliki sabut atau serabut.
|
v Kelompok : Thymelaeaceae
|
49.
|
Jenis
Deskripsi
|
:
:
|
Aquilaria malaccensis ; Gaharu
Berupa pohon besar , kulit batang mengelupas, buah
besayap lima helai sama panjang, daun tunggal dimanfaatkan untuk
minyak gaharu dan akan mengeluarkan enzim mikroereksin sebagai penutup luka.
|
v Kelompok : Malvaceae
|
50.
|
Jenis
Deskripsi
|
:
:
|
Cola acuminata ; Pohon Cola
Tumbuhan yang berasal dari afrika, Buah sebagai
bahan baku minuman cola dan mengandung kafein.
|
v Kelompok : Clusiaceae
|
51.
|
Jenis
Deskripsi
|
:
:
|
Garcinia megaphylla ; Manggis
Pohon bergetah kuning, batang monopodial, berasal
dari Brasil, daun mirip jambu-jambuan, tumbuh hingga mencapai 7 sampai 25 meter, buahnya
juga disebut manggis, berwarna merah keunguan ketika matang, meskipun ada
pula varian yang kulitnya berwarna merah.
|
v Kelompok : Casuarinaceae
|
52.
|
Jenis
Deskripsi
|
:
:
|
Casuarina sumatrana ; Cemara aru
Daun sisik, berbuku-buku, pohon
simpodial sebagai peneduh, dan tumbuh di dekat pantai.
|
v Kelompok : Podocarpaceae
|
53.
|
Jenis
Deskripsi
|
:
:
|
Podocarpus neriifollius ; Ki Putri
Daun lanset tumbuh alami di hutan pegunungan,kayu
untuk konstruksi bangunan, buah tertutup epimatum dan
gymnospermae, ada filoklen yaitu ranting yang berkembang menjadi daun.
|
|
54.
|
Jenis
Deskripsi
|
:
:
|
Podocarpus
koordesii ; Jamuju
Memiliki
epimatium pada buahnya, daun tunggal,
alternate,
pertulangan sejajar, ujung daun runcing, daun tebal, panjang.
|
v Kelompok : Araucariaceae
|
55.
|
Jenis
Deskripsi
|
:
:
|
Agathis robusta ; Agathis
pohon mengelupas bulat-bulat menyamping, getah
kopal, mudah terbakar getah dari kulit batang.
|
|
56.
|
Jenis
Deskripsi
|
:
:
|
Araucaria cunninghamii ; Araukaria
Kulit batang mengelups ke samping, monopodial batang
menghasilkan getah, sisik ujungtajam, biji bersatu dengan sisik berbentuk
kerucut.
|
v Kelompok : Lauraceae
|
57.
|
Jenis
Deskripsi
|
:
:
|
Eusyderoxilon zwageri; Kayu Ulin
Monopodial, ujung daun merah, tumbuh alami di kalimantan, untuk atap, sirap, tumbuhan
ini termasuk apendix II Cites, daun tunggal, Orthotropik.
|
|
58.
|
Jenis
Deskripsi
|
:
:
|
Cinnamomum burmanni ; Kayu Manis
Pertulangan daun membusur, tunggal, alternate, Kulit
batang dimanfaatkan untuk bumbu, pertulangan daun trinervis, daun
tunggal.
|
v Kelompok : Pinaceae
|
59.
|
Jenis
Deskripsi
|
:
:
|
Pinus caribaea; Pinus
Daun Jarum, 1 fasikel terdapat 2-3 helai
daun, pohon pecah-pecah vertikal. Getah menghasilkan terpentin dan
gondorukem, getah berasal dari kayu.
|
v Kelompok : Rubiaceae
|
60.
|
Jenis
Deskripsi
|
:
:
|
Coffea canephora ; Kopi
Daun tunggal, opposite decusate, interpetiolaris
stipule.
|
v Kelompok : Myristicaceae
|
61.
|
Jenis
Deskripsi
|
:
:
|
Hoersfieldia iryagedhi ; Hoersfieldi
Bergetah merah, Arilus berwarna merah penuh.
|
BAB IV
KESIMPULAN
Kebun Raya Bogor sangat penting
keberadaannya terhadap kemajuan ilmu pengetahuan botani di Indonesia, karena
berbagai macam jenis tumbuhan baik secara eksitu dan insitu tumbuh disini, sehingga dapat menunjang
para ilmuan botani untuk mempelajari berbagai spesies pohon dan
familinya.Selain itu, pada praktikum lapang kali ini. Praktikan dapat melihat
secara langsung ±61 jenis tumbuhan yang juga digunakan dalam praktikum
sebelumnya, hal ini tentu menambah pengalaman serta pengetahuan praktikan
sebagai calon-calon sarjana kehutanan.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2008. Sejarah PKT KR- Bogor. [Internet] http://bogorbotanicgardens.org [terhubung berkala 26 Desember 2013]
Anonim. 2010. Kebun Raya Bogor Salah Satu Tertua di Asia. [Internet] http://indonesia- indahnya.blogspot.com/
[ terhubung berkala 26 Desember 2013]
Kencana, Ira Puspa dan Nurhayati Hadi
Susilo Arifin. 2010. Studi Potensi
Lanskap Sejarah untuk pengembangan wisata
sejarah di Kota Bogor. Jurnal Lanskap aaaaaIndonesia Vol 2
No.1.
Helms JA. 1998. The
Dictionary of forestry. Editor. Wallingford: The Society of American Foresters and CABI
Publishing, Bethesda.
LIPI Bogor. 2012. Kebun
Raya Bogor. [Internet] terhubung berkala 26 Desember 2014 http://krbogor.lipi.go.id/id/isirow/isi_statis/20.
No comments:
Post a Comment