Wednesday, February 4, 2015

Laporan Kuliah Lapang Dendrologi



BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Berkembangnya Ilmu Tumbuhan di Indonesia karena potensi keanekaragaman flora yang dimiliki melimpah sehingga Ilmu tumbuhan ini telah mengalami kemajuan yang sangat pesat mengikuti arus zaman. Bidang-bidang pengetahuan yang semula bagian dari cabang ilmu tumbuhan,  sekarang telah menjadi ilmu yang dapat berdiri sendiri sehingga ilmunya lebih terperinci dan mendetail tentang bidang yang dibahas dan dikaji.
           
Dendrologi merupakan cabang ilmu tumbuhan yang telah berdiri sendiri dengan kajian yang lebih mendalam tentang ilmu pohon. Dendrologi merupakan salah satu mata kuliah ilmu dasar (basic science) di bidang kehutanan yang menguraikan tentang pengertian “pohon”, morfologi (sifat botani) pohon, azas-azas taksonomi tumbuhan, kegiatan eksplorasi botani hutan, serta pembahasan beberapa suku, marga, dan jenis-jenis pohon yang penitng di bidang kehutanan dan ekosistem hutan.
Fakultas Kehutanan IPB memberikan mata kuliah Dendrologi wajib bagi semua mahasiswa Fakultas Kehutanan yang bertujuan untuk pembekalan praktek lapang kehutanan. Kuliah dan praktikum Dendrologi ini diberikan selama satu semester tepatnya di semester 3. Pada praktikum akhir diadakan kuliah lapang yang dilaksanakan di Kebun Raya Bogor. Pada saat kuliah lapang, mahasiswa mendapatkan informasi yang lebih banyak karena melihat pohon yang daunnya biasa digunakan dan diidentifikasi saat praktikum dendrologi di lab secara langsung.

1.2 Tujuan
Kuliah lapang ke Kebun Raya Bogor bertujuan untuk :
  1. Mengetahui sejarah dan perkembangan Kebun Raya Bogor.
  2. Mengidentifikasi berbagai jenis pohon yang ada di Kebun Raya Bogor.
  3. Melihat lebih dekat jenis pohon yang daunnya digunakan dalam praktikum dendrologi sebelumnya.
  4. Sebagai bekal pertama bagi mahasiswa sebelum menghadapi semester selanjutnya serta kehidupan pasca-sarjana.
  5. Menumbuhkan rasa cinta dan rasa memiliki pada diri mahasiswa terhadap berbagai jenis tumbuhan di Indonesia.

BAB II
KONDISI UMUM KEBUN RAYA BOGOR
Kebun Raya Bogor terletak di Kota Bogor, provinsi Jawa Barat. Kebun Raya Bogor memiliki letak strategis di jantung Kota Bogor yang hampir dilalui oleh semua rute angkutan umum , kebun raya yang buka setiap hari dari pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB ini mempunyai 4 pintu masuk yaitu di depan Pasar Bogor (pintu utama), Jl. Ir.H.Juanda disamping Kantor Pos (pintu 2) , Jl.Pajajaran seberang kampus IPB (pintu 4) dan pertigaan Jl.Pajajaran/Jl. Jalak Harupat (pintu 3). Khusus pintu 2 hanya dibuka pada hari minggu dan libur saja, sedangkan bagi para members dapat menggunakan pintu 2 , pintu 3 dan pintu Gd Konservasi yang mulai dibuka pukul 06.00-08.00.
Kebun Raya Bogor sepanjang perjalanan sejarahnya mempunyai berbagai nama dan julukan, seperti : s’Lands Plantentuin, Syokubutzuer (zaman Pendudukan Jepang), Botanical Garden of Buitenzorg, Botanical Garden of Indonesia, Kebun Gede dan Kebun Jodoh. Kebun Raya Bogor didirikan pada tanggal 18 Mei 1817 dengan luas semula 47 Ha dan sekarang menjadi 87 Ha dengan letak 260 mdpl dengan curah hujan 3000-4300 mm/th. Jumlah koleksi per Januari 2006 yaitu tercatat 222 Famili, 1257 Genus/marga dan 3423 Spesies, dengan spesiesmen hidup 13684 pohon. Pemrakarsa berdirinya Kebun Raya Bogor adalah C.G.C. Reinwardt. Prof. Caspar Georg Carl Reinwardt adalah seseorang botanis berkebangsaan Jerman yang berpindah ke Belanda dan menjadi ilmuwan botani dan kimia. Ia lalu diangkat menjadi menteri bidang pertanian, seni, dan ilmu pengetahuan di Jawa dan sekitarnya.
Kebun Raya Bogor merupakan kawasan konservasi eksitu yang bertujuan sebagai sarana koleksi tumbuhan tropika dataran rendah basah. Kebun Raya Bogor memiliki tugas atau fungsi Kebun Raya, antara lain sebagai berikut:
1.      Sebagai tempat konservasi Ex-situ tumbuhan,
2.      Sebagai sarana penelitian, terutama penelitian tumbuhan,
3.      Sebagai sarana penunjang pendidikan, dan
4.      Sebagai sarana wisata (wisata alam)
            Pada tanggal 15 April 1817 Reinwardt mencetuskan gagasannya untuk mendirikan Kebun Botani yang disampaikan kepada G.A.G.P. Baron Van Der Capellen,Komisaris Jendral Hindia Belanda dan beliau akhirnya menyetujui gagasan Reinwardt. Pada tahun 18 Mei 1817, Gubernur Jenderal Godert Alexander Gerard Philip van der Capellen secara resmi mendirikan Kebun Raya Bogor dengan nama s’Lands Plantentuinte Buitenzorg. Pada mulanya kebun ini hanya akan digunakan sebagai kebun percobaan bagi tanaman perkebunan yang akan diperkenalkan ke Hindia-Belanda (kini Indonesia).
Pendirian Kebun Raya Bogor bisa dikatakan mengawali perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. Untuk perkembangan koleksi tanaman sesuai dengan iklim yang ada di Indonesia, Kebun Raya Bogor membentuk cabang di beberapa tempat, yaitu:
1.                                   Kebun Raya Cibodas (Bergtuin te Cibodas, Hortus dan Laboratorium Cibodas) di Jawa Barat, didirikan oleh Teysman tahun 1866. Kebun Raya Cibodas luasnya 120 ha dengan ketinggian 1400 mdpl, untuk koleksi tanaman dataran tinggi beriklim basah daerah tropis dan tanaman sub-tropis. Tahun 1891 Kebun ini dilengkapi dengan Laboratorium untuk Penelitian flora dan fauna.
2.                                   Kebun Raya Purwodadi (Hortus Purwodadi) di Jawa Timur, didirikan oleh Van Sloten tahun 1941. Luasnya 85 ha dengan ketinggian 250 m, untuk koleksi tanaman dataran rendah, iklim kering daerah tropis.
3.                 Kebun Raya "Eka Karya" Bedugul-Bali didirikan tahun 1959 oleh Prof. Ir. Kusnoto Setyodiwiryo. Luasnya 159,4 Ha dengan ketinggian 1400 mdpl, untuk koleksi tanaman dataran tinggi beriklim kering.
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
          Kebun Raya Bogor memiliki banyak jenis tumbuhan yang tumbuh baik didalamnya. Setiap tumbuhan dikelompokkan ke dalam petak-petak sesuai dengan kelompok (famili) mereka masing-masing. Tiap petak dipisahkan dengan jalan, bangunan ataupun tembok pembatas. Diantaranya ada petak famili; Fabaceae, Myrtaceae, Pandanaceae, Lecythidaceae, Sonneratiaceae, Dillenaceae, Rubiaceae, Ebenaceae, Arecaceae, Lauraceae, Podocarpaceae, Araucariaceae, Gnetaceae, Pinaceae, Moraceae, Sapindaceae, Apocynaceae, Sapotaceae, Sterculiaceae, Myristicaceae, Bombacaceae, Clusiaceae, Anacardiaceae, Burseraceae, Dipterocarpaceae, Casuarinaceae, Nymphaceae, dan Annonaceae. Berikut beberapa anggota famili yang praktikan temukan saat kuliah lapang;

v  Kelompok                        :           Fabaceae
1.
Jenis              
Deskripsi       
:
:
Koompassia excelsa; Kempas
Daun majemuk ganda 2, bentuk daun oblong, tata daun alternate dengan anak daun opposite, plagiotropik, memiliki banir menyebar yang biasnya digunakan tempat bertengger beruang madu (Helactosmalayanus) untuk mencari madu.

2.
Jenis             
Deskripsi      
:
:
Intsia bijuga; Merbau
Daun berseling, stipula bertautan dipangkal, memilki banir papan yang kecil, anak daun opposite, kulit batang terlihat seperti mengelupas, sering menjadi kayu komoditi illegal logging di Papua.

3.
Jenis              Deskripsi      
:
:
Pterocarpus indicus;Angsana
Bergetah merah dan majemuk, banyak dijumpai dipinggir jalan sebagai peneduh, daun agak kasar, buahnya pipih dan bersayap.

4.
Jenis              Deskripsi   
:
:
Siandora ciamensis; Sindur
Batangnya tidak berbanir, paling tinggi diantara fabaceae lainnya, banyak digunakan untuk perabotan.

5.
Jenis           
Deskripsi    
:
:
Samanea saman; Trembesi
Tidak berbanir, simpodial, daun majemuk, berasal dari tumbuhan tropis Amerika, sebagai tanaman peneduh, banyak cabang dan tumbuhan ini adalah tumbuhan invasif, karena sebagai invasi spesies asli, dan penyerap karbon tinggi.

6.
Jenis            
Deskripsi     
:
:
Inocarpus fagiferus;Gayam
Salah satu Fabaceae yang  berdaun tunggal, tepi daun berduri, batang simpodial bentuk batang berlekuk-lekuk, untuk peneduh dan buah dapat dimakan dengan dibuat keripik, kebanyakan orang tidak menyukai pohon ini dikarenakan kurang menarik dan menyeramkan, habitat di pantai berpasir sampai dengan pegunungan.

7.
Jenis            
Deskripsi     
:
:
Adenanthera pavonina; Pohon Saga
Daun Majemuk ganda 1, simpodial, biji dalam berwarna merah dan kering, Saga terdapat 2 macam, yaitu Saga pohon dan Saga merambat Aphrus precathorius daun saga untuk obat sariawan dengan 200 x sukrosa menjadikan rasa pahit.



v  Kelompok                        :           Dipterocarpaceae
8.
Jenis              
Deskripsi       
:
:
Vatica Puciflora ; Resak
Tunggal, alternate, daunnya tebl, kaku, berbintik hijau tersusun di petulangan sekundernya.

9.
Jenis             
Deskripsi      
:
:
Shorea leprosula ; Meranti Tembaga
Buah bersayap, sayap panjang 3 dan sayap pendek 2, kayu untuk konstruksi dan plywood, berbanir papan besar, kulit batangnya halus, dan berwarna putih, terdapat sarang lebah. Salah satu yang tertua dan terbesar letaknya berdampingan dengan Ficus albipila  dan dijuluki sebagai ‘Pohon Jodoh’.

10.
Jenis              Deskripsi      
:
:
Dryobalanops aromatic; Kamper
Pohon tinggi stratum A, berbanir papan, getah untuk kamper atau kapur barus.

11.
Jenis             
Deskripsi   
:
:
Shorea seminis;Tengkawang
Dimanfaatkan untuk lemak Nabati dari buahnya dan campuran coklat, berbanir papan.

12.
Jenis           
Deskripsi    
:
:
Dipterocarpus turbinatus ; Keruing
Berukuran besar dan tinggi dapat mencapai 40 meter. Kulit batang nya mengelupas, daun bersayap 2-5 dan mamiliki buah samara atau buah keras, penghasil kayu utama di Indonesia,buah bersayap 5 dengan sayap panjang 2 dan sayap panjang 3.


v  Kelompok                        :           Apocynaceae
13.
Jenis              
Deskripsi       
:
:
Cerbera manghas ; Bintaro
Bergetah putih. Buahnya berbentuk corong, buahnya selalu terletak berpasangan.

14.
Jenis             
Deskripsi      
:
:
Alstonia scholaris ; Pulai
Bergetah putih, Kulit batang mengelupas, buah berpasanagan, berbanir terbang, sebagai tanaman peneduh, habitat di hutan, Daun tunggal, verticilate, pertulangan primer menonjol,  pertulangan sekunder sejajar, satu pusaran 3-8 helai daun.

15.
Jenis              Deskripsi      
:
:
Dyera costulata; Jelutung
Pohon bergetah putih, daunnya verticillate, monopodial, silindris, silindris, besar, tinggi, tidak berbanir, buah seperti tanduk, getah untuk permen karet, jenis Strata A.


v  Kelompok                        :           Sapindaceae
16.
Jenis              
Deskripsi       
:
:
Pometia pinnata; Matoa
Buahnya seperti kelengkeng, daun majemuk paripinate (Genap), buah daging bening, bisa dimakan arilus berwarna putih bening, tumbuh dominan di Papua, kayunya konstruksi bangunan.

17.
Jenis             
Deskripsi      
:
:
Nephelium lapaceum ; Rambutan
Monopodial, alternate, pohonnya tidak tinggi, daun majemuk buah bisa dimakan dan arilus berwarna putih.

18.
Jenis              Deskripsi      
:
:
Litchi Chinensis ; Leci
Merupakan pohon tertua di Kebun Raya Bogor, ditanam pada tahun 1823, pohon Simpodial, buah dapat dikonsumsi, berasal dari China Selatan dan letaknya d Kebun Raya Bogor dekat dengan kolam gunting.

19.
Jenis              Deskripsi      
:
:
Sapindus rerak; Rerak
Biji dapat dimanfaatkan untuk sabun nabati.

20.
Jenis              Deskripsi      
:
:
Dimocarpus longan; Lengkeng
Pohon berumah dua, buah dapat dimakan, daun majemuk.

v  Kelompok                        :           Moraceae
21.
Jenis              
Deskripsi       
:
:
Ficus elastica ; Karet Kerbau
Bergetah putih, kunat cincin, alternate, daun penumpu lepas dan membentuk cincin di ranting sebelum ada getah karet, getah karet kerbau digunakan untuk Ban, habitusnya pohon strangler.

22.
Jenis             
Deskripsi      
:
:
Ficus albipila; Beringin
Pohonnya besar, berbanir besar, letaknya bersebelahan dengan Shore leprosula dan dijuluki sebagai ‘Pohon Jodoh’.

23.
Jenis              Deskripsi      
:
:
Artocarpus heterophyllus ; Nangka
Bergetah putih, memiliki kunat cincin, daun muda tidak seperti daun yang tua, buah dapat dimakan, kayu untuk konstruksi bangunan.



v  Kelompok                        :           Sapotaceae
24.
Jenis              
Deskripsi       
:
:
Crhysophyllum cainito ; Sawo duren
Bergetah putih, buah dapat diamakan, pohon tidak terlalu tinggi, daun bagian bawah berwarna keemasan.

25.
Jenis             
Deskripsi      
:
:
Manilkara kauki; Sawo kecik
Termasuk pohon terminalia branching daun mengumpul diujung, daun bagian bawah berwarna keperakan, buah dapat dimakan, model aubrevile, kayu bagus untuk bangunan dan patung di Bali, sudah langka di alam.

26.
Jenis              Deskripsi      
:
:
Palaquieum rostratum; Nyatoh
Bergetah putih, berbanir papan segitiga, Penghasil getah perca yang dimanfaatkan untuk membuat bola golf, batang besar bersilindris.

27.
Jenis              Deskripsi      
:
:
Mimusops elengi; Tanjung
Tanaman peneduh, daging buah tipis, buah dapat dikonsumsi, daun tunggal, bergetah putih.

v  Kelompok                        :           Arecaceae
28.
Jenis              
Deskripsi       
:
:
Borassus flabellifer ; Lontar
Daunnya pada zaman dahulu dimanfaatkan untuk menulis, buah dapat dimakan dan diminum airnya.

29.
Jenis             
Deskripsi      
:
:
Metroxylon sagu ; Sagu
Pohon monocarpik (pohon yang jika sudah berbuah mati), jarak berbunga 1-10 tahun, batangnya dijadikan sebagai sagu, tumbuh di rawa Indonesia bagian timur.

30.
Jenis              Deskripsi      
:
:
Cocos nucifera; Kelapa
Spesies yang multi manfaat tumbuh dihutan pantai, batang silindris. Seluruh bagiannya dapat dimanfaatkan.

31.
Jenis              Deskripsi      
:
:
Alaeis guinensis; Sawit
Spesies pohon yang multi manfaat dari akar sampai daun dapat dimanfaatkan. Buah untuk minyak, asal dari Afrika berpotensi menjadi invasif alien species, batangnya untuk kayu fiber.



v  Kelompok                        :           Sterculiaceae
32.
Jenis              
Deskripsi       
:
:
Theobroma cacao; Coklat
Buah muncul pada batang utama dan cabagnya, buahnya berwarna merah dan hiju, pohon yang bijinya dapat dimanfaatkan untuk bahan baku coklat, coklat dikenal sebagai salah satu bahan baku pembuat makanan manis.

33.
Jenis             
Deskripsi      
:
:
Pterospermum javanicum; Bayur
Permukaan daun berwarna keemasan, batang berpasir coklat dan berwarna coklat keemasan, daunnya kasar.

34.
Jenis              Deskripsi      
:
:
Sterculia foetida ; Kepuh
Daun majemuk menjari, Tumbuh baik didekat pantai, Kepuh sering didapati di hutan-hutan dataran rendah hingga ketinggian 500 m dpl., terutama di wilayah yang agak kering. Pohon ini di waktu-waktu tertentu menggugurkan daun.


v  Kelompok                        :           Myristicaceae
35.
Jenis              
Deskripsi       
:
:
Billenia pteropoda; Sempur
Kulit pohon mengelupas, pertulangan daun sekunder ketepi daun, daun tunggal, daun mengumpul diujung, memiliki banyak cabang, daunnya mengelompok di ujung, banyak terdapat bekas daun penumpu, tepi daun bergerigi, tulang sekunder langsung ke tepi daun.

36.
Jenis             
Deskripsi      
:
:
Myristica fragrans ; Pala
Berdaun tunggal, bergetah merah, arilus merah berbentuk jala, buah dapat dimakan.


v  Kelompok                        :           Anacardiaceae
37.
Jenis              
Deskripsi       
:
:
Gluta wallichii ; Rengas
Bergetah hitam, monopodial, beracun bila mengenai kulit dapat gatal-gatal. Pohon besar, stratum A berbanir papan, Kayunya untuk konstruksi bangunan, ditanam pada tahun 1866.

38.
Jenis             
Deskripsi      
:
:
Bouea opposififolia; Gandaria
Daun tunggal, bergetah hitam, daun opposite. Buahnya berkulit keras.


v  Kelompok                        :           Myrtaceae
38.
Jenis              
Deskripsi       
:
:
Eucalyptus alba;Ampupu
Keluarga Jambu-jambuan daun harum mengandung kelenjar minyak (pellucidots) jika diremas berbau resin. Batang terpilin (melintir) karena terkena penyakit dimanfaatkan daunnya untuk minyak eucalyptus dan bahan baku permen mint, daun tunggal, kulit batang mengelupas, kayu untuk konstuksi bangunan.

39.
Jenis             
Deskripsi      
:
:
Syzygium polyanthum; Salam
Daun yang sudah tua berwarna merah, daun mengandung kelenjar minyak untuk memasak atau untuk obat, daun berbau harum.

v  Kelompok                        :           Pandanaceae
40.
Jenis              
Deskripsi       
:
:
Pandanus conoides ; Pandan
daun lanset, batang berduri, tumbuh ditepi pantai dan pegunungan, untuk tanaman hias dan tumbuh banyak di Papua, buah dimanfaatkan untuk obat, daun dimanfaatkan untuk tikar.

v  Kelompok                        :           Sonneratiaceae
41.
Jenis              
Deskripsi       
:
:
Sonneratia caseolaris; Pedada
Tangkai daun merah muda, daun tebal, opposite decusate (berhadapan bersilang), tumbuh di hutan mangrove, mempunyai akar pasak mampu beradaptasi dengan air tawar.

42.
Jenis              
Deskripsi       
:
:
Duabanga moluccana; Benuang laki
Tangkai daun berbentuk persegi, daun opposite, Marginal vein, interpetiolaris stipule, kayu untuk bangunan, tumbuh alami di NTT dan NTB.

v  Kelompok                        :           Ebenaceae
43.
Jenis              
Deskripsi       
:
:
Diospyros philippinensis ; Bisbul
Simpodial, pohon berbatang hitam namun berbeda dengan kayu hitam, daun tunggal, alternate, bentuk tajuk membulat, termasuk kayu mewah, tumbuh kebanyakan di Sulawesi, daun tunggal.

v  Kelompok                        :           Bombacaceae
44.
Jenis              
Deskripsi       
:
:
Durio zibhetinus ; Durian
Daun tunggal, alternate, buah dapat dimakan. Permukaan daun bagian bawah berwarna perak, cauliflori, alternate, batangnya tinggi, buah berduri.

v  Kelompok                        :           Burseraceae
45.
Jenis              
Deskripsi       
:
:
Canarium commune ; Kenari
Kenari memiliki daun yang imparipinate, yakni di ujung ranting terdapat anak daun dan bersifat resinus (harum), daun majemuk ganjil, untuk minyak nabati, dan bijinya untuk souvenir.

v  Kelompok                        :           Annonaceae
46.
Jenis              
Deskripsi       
:
:
Stelechocarpus burahol ; Burahol
Plagiotropik, kulit tidak mudah patah, monopodial, daun tunggal, mengkilap, buah terdapat dibatang utama, buah dapat dimakan untuk pengharum tubuh, tersebar di Jawa Tengah sebagai icon Keraton Yogyakarta.

v  Kelompok                        :           Gnetaceae
47.
Jenis              
Deskripsi       
:
:
Gnetum gnemon ; Melinjo
Buah berbiji terbuka, pohon pralihan dari Gymnospermae ke Angiospermae, buah dapat dimanfaatkan untuk ceriping dan daun dapat dimasak. Biji sebagai bahan baku pembuatan ‘emping’.

v  Kelompok                        :           Lecythidaceae
48.
Jenis              
Deskripsi       
:
:
Baringtonia asiatica ; Keben
Pohon Simpodial, buah beracun untuk meracuni ikan di alam, tumbuh di hutan pantai, daun mengumpul di ujung ranting, berdaun duduk, buah mirip lampion, memiliki sabut atau serabut.

v  Kelompok                        :           Thymelaeaceae
49.
Jenis              
Deskripsi       
:
:
Aquilaria malaccensis ; Gaharu
Berupa pohon besar , kulit batang mengelupas, buah besayap lima helai sama panjang, daun tunggal dimanfaatkan untuk minyak gaharu dan akan mengeluarkan enzim mikroereksin sebagai penutup luka.

v  Kelompok                        :           Malvaceae
50.
Jenis              
Deskripsi       
:
:
Cola acuminata ; Pohon Cola
Tumbuhan yang berasal dari afrika, Buah sebagai bahan baku minuman cola dan mengandung kafein.

v  Kelompok                        :           Clusiaceae
51.
Jenis              
Deskripsi       
:
:
Garcinia megaphylla ; Manggis
Pohon bergetah kuning, batang monopodial, berasal dari Brasil, daun mirip jambu-jambuan, tumbuh hingga mencapai 7 sampai 25 meter, buahnya juga disebut manggis, berwarna merah keunguan ketika matang, meskipun ada pula varian yang kulitnya berwarna merah.

v  Kelompok                        :           Casuarinaceae
52.
Jenis              
Deskripsi       
:
:
Casuarina sumatrana ; Cemara aru
Daun sisik, berbuku-buku, pohon simpodial sebagai peneduh, dan tumbuh di dekat pantai.

v  Kelompok                        :           Podocarpaceae
53.
Jenis              
Deskripsi       
:
:
Podocarpus neriifollius ; Ki Putri
Daun lanset tumbuh alami di hutan pegunungan,kayu untuk konstruksi bangunan, buah tertutup epimatum dan gymnospermae, ada filoklen yaitu ranting yang berkembang menjadi daun.

54.
Jenis              
Deskripsi       
:
:
Podocarpus koordesii ; Jamuju
Memiliki epimatium pada buahnya, daun tunggal,
alternate, pertulangan sejajar, ujung daun runcing, daun tebal, panjang.   


v  Kelompok                        :           Araucariaceae
55.
Jenis              
Deskripsi       
:
:
Agathis robusta ; Agathis
pohon mengelupas bulat-bulat menyamping, getah kopal, mudah terbakar getah dari kulit batang.

56.
Jenis              
Deskripsi       
:
:
Araucaria cunninghamii ; Araukaria
Kulit batang mengelups ke samping, monopodial batang menghasilkan getah, sisik ujungtajam, biji bersatu dengan sisik berbentuk kerucut.

v  Kelompok                        :           Lauraceae
57.
Jenis              
Deskripsi       
:
:
Eusyderoxilon zwageri; Kayu Ulin
Monopodial, ujung daun merah, tumbuh alami di kalimantan, untuk atap, sirap, tumbuhan ini termasuk apendix II Cites, daun tunggal, Orthotropik.

58.
Jenis              
Deskripsi       
:
:
Cinnamomum burmanni ; Kayu Manis
Pertulangan daun membusur, tunggal, alternate, Kulit batang dimanfaatkan untuk bumbu, pertulangan daun trinervis, daun tunggal.

v  Kelompok                        :           Pinaceae
59.
Jenis              
Deskripsi       
:
:
Pinus caribaea; Pinus
Daun Jarum, 1 fasikel terdapat 2-3 helai daun, pohon pecah-pecah vertikal. Getah menghasilkan terpentin dan gondorukem, getah berasal dari kayu.

v  Kelompok                        :           Rubiaceae
60.
Jenis              
Deskripsi       
:
:
Coffea canephora ; Kopi
Daun tunggal, opposite decusate, interpetiolaris stipule.

v  Kelompok                        :           Myristicaceae
61.
Jenis              
Deskripsi       
:
:
Hoersfieldia iryagedhi ; Hoersfieldi
Bergetah merah, Arilus berwarna merah penuh.











BAB IV
KESIMPULAN
Kebun Raya Bogor sangat penting keberadaannya terhadap kemajuan ilmu pengetahuan botani di Indonesia, karena berbagai macam jenis tumbuhan baik secara eksitu dan insitu tumbuh disini, sehingga dapat menunjang para ilmuan botani untuk mempelajari berbagai spesies pohon dan familinya.Selain itu, pada praktikum lapang kali ini. Praktikan dapat melihat secara langsung ±61 jenis tumbuhan yang juga digunakan dalam praktikum sebelumnya, hal ini tentu menambah pengalaman serta pengetahuan praktikan sebagai calon-calon sarjana kehutanan.

























DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2008. Sejarah PKT KR- Bogor. [Internet] http://bogorbotanicgardens.org [terhubung berkala 26 Desember 2013]

Anonim. 2010. Kebun Raya Bogor Salah Satu Tertua di Asia. [Internet] http://indonesia-    indahnya.blogspot.com/ [ terhubung berkala 26 Desember 2013]

Kencana, Ira Puspa dan Nurhayati Hadi Susilo Arifin. 2010. Studi Potensi Lanskap Sejarah untuk pengembangan wisata sejarah di Kota Bogor. Jurnal Lanskap aaaaaIndonesia Vol 2 No.1.

Helms JA. 1998. The Dictionary of forestry. Editor. Wallingford: The Society of American Foresters and CABI Publishing, Bethesda.

LIPI Bogor. 2012. Kebun Raya Bogor. [Internet] terhubung berkala 26 Desember 2014 http://krbogor.lipi.go.id/id/isirow/isi_statis/20.

No comments:

Post a Comment